
Suatu hari, Tukinem si gadis desa baru pertama kali membeli handphone di kota.
Tukinem : “Permisi, Mas, Saya mau beli hape. Ha, yang itu tu.”
Penjual : “Ini, mbak.”
Tukinem : “Lho kok gak nyala, Mas? Gimana to?”
Penjual : “Ooh, ini belum ada baterai dan kartunya. Ni saya pasangkan baterainya, tapi kalo kartunya mbaknya harus beli dulu.”
Tukinem : “Ya udah, saya beli kartunya juga deh. Nomor cantik ya, Mas.”
Penjual : “Nah itu mbaknya tau nomor cantik..”
Lalu Tukinem beregas kembali ke desanya. Setelah sebulan kemudian, Tukinem kembali ke toko handphone di kota.
Tukinem : “Lho, Mas, ini gimana sih kok hape-nya gak bisa dipake di desa saya, udah gitu gak ada deringnya lagi.”
Penjual : “Ooh, mungkin di desa mbak belum ada sinyalnya.”
Tukinem : “Lho, kok gak bilang seh kalo gak ada sinyalnya, Ya udah saya beli sinyalnya sekalian. Gimana sih, jualan kok pisah-pisah.”
Penjual : “???”

